Saya baru menonton film Gie setelah 12 tahun penayangan nya. Terasa menyesal baru menonton sekarang namun lebih baik daripada tidak. Alasan menonton pun cukup konyol karena adik kelas update status nonton Gie di TV. yah sudah sering ada tv tapi gak pernah nonton. Yah walau seperti itu saya tidak sendiri ternyata ada yang senasib [Review film Gie]

gie

Sinopsis

Soe Hok Gie dibesarkan di sebuah keluarga keturunan Tionghoa yang tidak begitu kaya dan berdomisili di Jakarta. Sejak remaja, Hok Gie sudah mengembangkan minat terhadap konsep-konsep idealis yang dipaparkan oleh intelek-intelek kelas dunia. Semangat pejuangnya, setiakawannya, dan hatinya yang dipenuhi kepedulian sejati akan orang lain dan tanah airnya membaur di dalam diri Hok Gie kecil dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang tidak toleran terhadap ketidakadilan dan mengimpikan Indonesia yang didasari oleh keadilan dan kebenaran yang murni. Semangat ini sering salah dimengerti orang lain. Bahkan sahabat-sahabat Hok Gie, Tan Tjin Han dan Herman Lantang bertanya “Untuk apa semua perlawanan ini?”. Pertanyaan ini dengan kalem dijawab Soe dengan penjelasan akan kesadarannya bahwa untuk memperoleh kemerdekaan sejati dan hak-hak yang dijunjung sebagaimana mestinya, ada harga yang harus dibayar, dan memberontaklah caranya. Semboyan Soe Hok Gie yang mengesankan berbunyi, “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”

Masa remaja dan kuliah Hok Gie dijalani di bawah rezim pelopor kemerdekaan Indonesia Bung Karno, yang ditandai dengan konflik antara militer dengan PKI. Soe dan teman-temannya bersikeras bahwa mereka tidak memihak golongan manapun. Meskipun Hok Gie menghormati Sukarno sebagai founding father negara Indonesia, Hok Gie begitu membenci pemerintahan Sukarno yang diktator dan menyebabkan hak rakyat yang miskin terinjak-injak. Hok Gie tahu banyak tentang ketidakadilan sosial, penyalahgunaan kedaulatan, dan korupsi di bawah pemerintahan Sukarno, dan dengan tegas bersuara menulis kritikan-kritikan yang tajam di media. Soe juga sangat membenci bagaimana banyak mahasiswa berkedudukan senat janji-janji manisnya hanya omong kosong belaka yang mengedoki usaha mereka memperalat situasi politik untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penentangan ini memenangkan banyak siReview] -mpati bagi Hok Gie, tetapi juga memprovokasikan banyak musuh. Banyak interest group berusaha melobi Soe untuk mendukung kampanyenya, sementara musuh-musuh Hok Gie bersemangat menggunakan setiap kesempatan untuk mengintimidasi dirinya.

Tan Tjin Han, teman kecil Hok Gie, sudah lama mengagumi keuletan dan keberanian Soe Hok Gie, namun dirinya sendiri tidak memiliki semangat pejuang yang sama. Dalam usia berkepala dua, kedua lelaki dipertemukan kembali meski hanya sebentar. Hok Gie menemukan bahwa Tan telah terlibat PKI tetapi tidak tahu konsekuensi apa yang sebenarnya menantinya. Hok Gie mendesak Tan untuk menanggalkan segala ikatan dengan PKI dan bersembunyi, tetapi Tan tidak menerima desakan tersebut.

Hok Gie dan teman-temannya menghabiskan waktu luang mereka naik gunung dan menikmati alam Indonesia yang asri dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UI. Selain itu, mereka juga gemar menonton dan menganalisa film, menikmati kesenian-kesenian tradisional, dan menghadiri pesta-pesta.

Film ini menggambarkan petualangan Soe Hok Gie mencapai tujuannya untuk menggulingkan rezim Sukarno, dan perubahan-perubahan dalam hidupnya setelah tujuan ini tercapai.

Sinopsis ini diambil dari wikipedia Gie (2005)

Dalam film ini dibagi jadi 3 Bagian. Bagian pertama yaitu menceritakan masa kecil, bagian kedua menceritakan saat Gie menjadi mahasiswa dan bagian terakhir setelah demonstrasi 1966. Bagian awal menceritakan bagaimana karakteristik Gie terbentuk, bagian selanjutnya mulai adanya konflik dengan beberapa pemain dan terakhir klimaks dari Gie bagaimana dia mengalami kematiannya. Setelah bagian ini adalah spoiler cerita.

Menurut saya bagian awal dari cerita menceritakan bagaimana seseorang bisa terbentuk. Mungkin diilhami dari buku harian yang dimiliki oleh Gie. Walau dalam film cukup lambat namun untuk ide bisa masuk dalam kepala. Setiap orang pernah mengalami masa-masa pindah dari buruk ke baik atau dari baik ke buruk atau malah dari buruk menjadi lebih buruk. Transisi yang dialami oleh Gie adalah masa dari murid pemberontak oleh Gurunya menjadi murid yang kritis akan kehidupan ini.

Diawali dari penilaian oleh Gurunya yang memberikan nilai buruk untuk pelajaran bahasa yang dimana Gie jago nya. Dibandingkan nilai seorang murid lain yang nilainya lebih baik oleh guru tersebut karena mereka ada ikatan keluarga. Gie memprotesnya lalu guru memberi nilai jelek hingga dia diberi hukuman dan tidak naik kelas (parah). Gie kesal akan perbuatan ini dan memberi pembalasan. Namun saat memberi pembalasan di dekat rumah guru tersebut dia menyadari bahwa kehidupan gurunya tak lebih baik dari dirinya. Hidup miskin dengan tanggungan anak yang banyak. Gie tidak jadi melakukan pembalasan. Setelah kejadian ini Gie mulai mempertanyakan tentang kehidupan ini, banyak membaca buku dan melakukan kritik tentang kehidupan. Siapa pun pernah mengalami hal terjadi oleh Gie. Berupaya jahat namun urung apa daya karena melihat sisi lain yang berbeda

Ada beberapa catatan yang menarik dalam film. Gie pernah melakukan riset terkait pembataian PKI di Bali dengan menggunakan nama samaran. Riset tersebut dimuat dalam koran nasional namun sudah diperingatkan oleh teman redaksinya. Memang sempat menjadi korban penculikan namun selamat karena “teman militer” nya menolong. Pada akhir dia ditinggal oleh teman-temannya karena berbeda pandangan ini karena kontra pemerintah

Bagian akhir dalam film ini mungkin untuk sebagian orang tidak jelas kenapa Gie meninggal. Beberapa kesaksian dari teman pendakian yang ikut bersama. Gie meninggal karena menghirup Gas Sulfur.  Akhir Film ini lebih menceritakan bagaimana Gie kesepian karena berbeda pandangan dengan apa yang terjadi di pemerintahan sehingga dia ditinggal oleh teman dan kekasihnya. Teman kecilnya (yang fiktif) meninggal karena simpatisan PKI.  Akhir film mereka bertemu di gunung yang berarti menandakan Gie sudah meninggal.

Untuk beberapa kali cara jalan Nicholas Saputra di Film ini memperlihatkan kenapa gosip mas Nicho itu belum menikah (padahal ini bisa jadi akting)

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandalawangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi, aku ingin mati di sisimu, manisku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini, sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

Selasa,  11 November 1969
Soe Hok Gie

 

Advertisements